Blangpidie, Aceh (ANTARA) – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tengku Peukan di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) segera miliki alat medis pemecah dan pengangkat batu ginjal dalam tubuh tanpa harus melakukan operasi.

“Nama alat itu Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL). Alat ini sekarang dalam proses pengiriman ke Abdya,” kata Kabid Penunjang Medis RSUD Tengku Peukan Abdya, Azhari di Blangpidie, Kamis.

Azhari menjelaskan alat medis pengangkat batu ginjal tanpa harus operasi tersebut telah dipesan melalui E-Katalog dengan harga senilai Rp4,8 miliar sumber Dana Otonomi Khusus Aceh (Doka) tahun 2020.

“Insyaallah bulan depan alat medis canggih ini sudah tiba ke RSUD Tengku Peukan. Hanya saja belum dapat dioperasionalkan dulu lantaran belum tersedianya ruangan,” kata Azhari.

Menurut Azhari ruangan operasional alat medis ESWL yang harus segera dibangun hampir serupa dengan kamar bedah dan dalam waktu dekat segera dilelang (tender) pembangunannya ke pihak rekanan.

“Sumber dananya dari Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) senilai Rp540 juta. Sekarang sedang tahap proses tender. Insyaallah akhir tahun sudah melayani pasien ginjal tanpa operasi di RSUD,” katanya.

Rumah sakit Tengku Peukan yang terletak di Desa Padang Meurante, Kecamatan Susoh itu merupakan bantuan Korea Selatan yang dibangun 2008 masa bupati/wakil Bupati Akmal Ibrahim-Syamsul Rizal.

Kala itu berbagai upaya dilakukan oleh Bupati Akmal Ibrahim agar rumah sakit kebanggaan masyarakat Abdya itu mengalami kemajuan, baik bidang pelayanan, alat medis canggih dan tersedianya dokter ahli.

Cita-cita Bupati Akmal memajukan rumah sakit tersebut kini mulai terwujud dibuktikan dengan telah tersedianya berbagai fasilitas, mulai dari  peralatan medis, hingga gedung gedung rawat inap yang memadai.

“Insyaallah ke depan masyarakat Kabupaten Abdya terutama yang menderita batu ginjal tidak harus lagi ke Banda Aceh karena sudah tersedia alat ESWL di RSUD Tengku Peukan,” demikian Azhari.